Juni 14, 2008

SUARA burung walik (Treron griccipilan) sesekali terdengar di antara pepohonan suwagi (Vaccinium valium) dan saninten (Castanopsis argentea), yang dedaunannya kembali menghijau pascaletusan Gunung Papandayan, 12 November 2002. Di dahan pohon puspa (Schima walichii) dan manglid (Magnolia glauca) yang sebagian dahannya hitam meranggas akibat terbakar, juga dapat disaksikan burung kutilang (Pycononotus aurigaster).

“Pascaletusan tahun 2002 lalu hanya pohon kuat yang mampu bertahan. Tapi, pohon yang tersisa saat ini masih mampu mengundang burung-burung untuk datang, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung ke sini,” ujar Didi (41), petugas Wana wisata Gunung Papandayan Cisurupan Kab. Garut, Jawa Barat.

Jalur bekas pendakian

Sebenarnya, menurut Didi, sebelum gunung jenis strato dengan ketinggian 2.665 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini meletus, pengunjung dapat menemui bermacam flora maupun fauna. Edelweis (Anaphalis javanica), yang menjadi bunga khas Gunung Papandayan, paling mudah ditemui di sekitar puncak gunung. Demikian pula dengan binatang trenggiling (Manis jacanica), kijang (Muntiacus muntjak), dan lutung (Trachypitecus auratus), sesekali melintasi jalan setapak berpagar pohon jamuju (Podocaspus imbricatus).

Namun, Gunung Papandayan pascameletus dan dinyatakan dengan status aktif normal–status terendah dalam menilai aktivitas gunung berapi di bawah waspada, siaga, dan awas–justru semakin memiliki daya tarik dan menantang untuk dikunjungi serta didaki. “Bahkan mereka yang memiliki hobi hiking atau adventure akan merasa tertantang untuk mengitari kawah baru Papandayan,” ujar Didi.

Taman Wisata Gunung Papandayan yang berada di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat (Jabar) II, berada kira-kira 28 kilometer ke arah selatan dari ibu kota Kabupaten Garut. Tidak sulit untuk menyaksikan keindahan Gunung Papandayan. Kendaraan umum dari Terminal Guntur akan mengantarkan kita sampai Masjid Agung Cisurupan dan disambung menggunakan ojek atau angkutan umum bak terbuka hingga Terminal I yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari kawah gunung.

Sementara itu, pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi akan lebih mudah dan dapat langsung menuju Terminal I yang berjarak kira-kira satu kilometer dari kawah gunung, yang merupakan lokasi terakhir menuju puncak gunung. Di terminal ini terdapat lapangan parkir seluas 0,5 hektare yang dikelilingi 10 kios berukuran sekitar 36 meter persegi.

Biasanya pengunjung yang belum puas melihat dari Terminal I akan berjalan ke Terminal II yang berjarak kira-kira 600 meter dari kawah. Di Terminal II, pengunjung tidak hanya dapat melihat kepulan asap putih tebal yang keluar dari Kawah Emas dan mendengar bunyi gemuruh, tetapi juga dapat melihat dengan lebih jelas keadaan kawah.

Untuk sampai ke puncak Papandayan, pengunjung harus berjalan menyusuri jalur pendakian yang kini sudah berubah menjadi jalan setapak. “Kami mengimbau agar pengunjung tetap menggunakan jalan bekas pendakian agar tidak terperosok ke aliran sungai atau tanah lempung,” tutur Didi.

Empat kawah baru

Selain fenomena alam berupa kabut yang sesekali mendadak menyelimuti kawasan puncak, fenomena lain yang dapat membuat kita takjub adalah dinding cadas Nangkrak. Tebing setinggi 300 meteran itu sesekali berwarna putih dan akan berubah kuning keemasan manakala terkena sinar matahari. Selain itu, pascaletusan, Gunung Papandayan yang semula hanya memiliki dua kawah, yaitu kawah Emas dan kawah Nangkrak, kini pengunjung dapat menikmati empat kawah baru serta sejumlah lubang dengan kepulan asap putihnya.

Ya, pascaletusan, kawah Nangkrak sudah tidak ada lagi karena tertimbun bebatuan yang berasal dari tebing Nangkrak yang runtuh ketika Gunung Papandayan meletus. Bekas kawah tersebut berubah menjadi empat kawah baru serta beberapa lubang lainnya yang mengeluarkan asap dan lokasinya berpindah-pindah.

“Karena itu, kami ingatkan kepada pengunjung agar berhati-hati. Selain kemungkinan adanya gas, juga kemungkinan bisa terperosok ke salah satu lubang,” ujar Arif, salah seorang pemandu wisatawan.

Saat ini lokasi sekitar puncak Gunung Papandayan memang telah kembali dibuka untuk umum. Akan tetapi, pengunjung yang datang ke kawasan puncak harus tetap berhati-hati. Pasalnya, ancaman bahaya tidak hanya berasal dari letusan atau asap yang mencapai 100 hingga 200 meter, tetapi juga dari timbunan material di sekitar puncak gunung.

“Dilihat dari permukaan, timbunan material memang tampak seperti keras mengering. Tapi, di dalamnya ada kemungkinan masih lembek sehingga mereka yang menginjaknya kemungkinan terperosok,” ungkap Arif.

Oleh karena itu, pengunjung yang hendak terus mendaki hingga puncak dan mengitari kawah dianjurkan untuk melewati jalan setapak yang sudah dilalui pengunjung sebelumnya. “Diusahakan jangan membuat jalur baru dan hindari tumpukan material yang di atasnya terdapat genangan air atau terlihat masih lembek,” tambah Arif.

Selain itu, Arif mengingatkan, bagi yang ingin menikmati kawasan kawah Papandayan, terutama kawah baru, untuk tidak berdiri di sekitar bibir kawah. Selain untuk menghindari kemungkinan semburan uap atau asap panas dan dapat mengganggu saluran pernapasan, juga mengantisipasi bahaya terperosok ke dalam kawah.

Diingatkan Arif, kawasan kawah Papandayan, terutama kawah kecil bekas kawah Nangkrak yang tertimbun material, sewaktu-waktu bisa berpindah-pindah. Memang, sangat menarik menyaksikan asap yang keluar dari lubang, karena permukaan lubang tiba-tiba dapat berubah warna jadi kekuning-kuningan. “Tapi, jangan salah. Lubang kawah tersebut tiba-tiba bisa berada tepat di bawah kaki yang kita pijak,” ujar Arif.

Meski di sekitar kawasan Gunung Papandayan masih sering terjadi gempa tektonik dan vulkanik dalam skala yang rendah, gempa itu hanya menunjukkan bahwa gunung tersebut masih beraktivitas normal. Berdasarkan pantauan dan catatan pos pengamatan Gunung Papandayan, kecil kemungkinan Gunung Papandayan dalam waktu dekat akan kembali meletus. (Retno H.Y./”PR”)***

Meneliti Yuk!

Juni 10, 2008

MUNGKIN kalo mendengar kata “penelitian”, pasti langsung ngebuat kalian jadi alergi. Yang terbayang di dalam otak adalah eksperimen di lab yang menjemukan, hitung-hitungan yang rumit, dan sejumlah kegiatan lainnya yang enggak kamu suka.

Enggak selalu lho! Prinsipnya, melakukan riset itu adalah berusaha mencari tahu kebenaran! Riset, atawa penelitian dari sejumlah sumber bisa didefinisiin sebagai aktivitas yang mengaplikasikan pengetahuan intelektual buat mengetahui berbagai macam hal. Misi utamanya adalah berusaha menemukan, menerjemahkan, dan memberikan sumbangsih buat perkembangan pengetahuan manusia dalam berbagai ranah keilmuan.

Kenapa kita harus berlatih untuk meneliti? Mengutip ucapan Pak Iwan Hermawan, guru SMAN 9 Bandung, “Pelajar di Indonesia kurang dilatih kemampuan menelitinya. Padahal, skill meneliti adalah menu wajib pelajar untuk melatih pola pikirnya, dan untuk memberikan sumbangan kepada pendidikan pada umumnya,” jelas beliau. Yep, doing research is essential. Lagian, nanti kalo kamu kuliah juga kudu banyak meneliti! Makanya, dimulai aja dari sekarang!

Buat melakukan riset, ada dua metode utama yang bisa dipilih, yaitu metode riset ilmiah dan non ilmiah. Nah, ada satu cara lagi yang bisa kamu pilih. Metode yang “nonilmiah” namun tetep “ngilmu”. Metode ini dia yang pengen belia kenalin kepada kamu. Metode penelitian ilmiah, hasil penelitiannya kudu memenuhi syarat-syarat tertentu agar dianggap sebagai sebuah penelitian yang baik.

Step yang bisa kamu gunakan pada prinsipnya mirip dengan metode penelitian ilmiah, namun mengabaikan beberapa tata cara metode riset “resmi”. Tapi enggak apa-apa. Dengan memakai struktur berikut ini, moga-moga kamu bisa melakukan penelitian yang baik, dan tetep enggak cemen (baca: asal). Sekarang, mari kita belajar buat melakukan penelitian (sosial) dengan baik!

1. Identifikasi masalah. Kamu cari tahu apa yang pengen kamu ketahui, apa yang pengen kamu buktiin. Misalnya, kamu pengen tahu gimana pengaruh nonton film “biru” terhadap prilaku seks bebas remaja di sekolah kamu. Nah, ketemu deh satu topik. Hal yang pengen kamu ketahui ini, selanjutnya kamu pake sebagai arahan kamu buat riset selanjutnya. Kalo untuk penelitian sains (ilmu pasti), tentunya tata cara akan jadi berbeda.

2. Step selanjutnya, kamu melakukan asumsi atau dugaan. Dugaan ini yang bakal kamu buktikan dalam penelitian kamu. Misalnya, dari pertanyaan di atas, kamu punya asumsi kalo banyak nonton film “biru” akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seks bebas remaja di sekolah kamu. Nah, asumsi ini yang kudu kamu buktiin dengan mengambil data ke lapangan.

3. Menentukan populasi dan sampel. Pada penelitian ilmiah yang sesungguhnya, menentukan populasi dan sampel yang layak agar hasil penelitian diakui keabsahannya, enggak gampang dan punya segudang aturan yang ehem… lumayan ribet. Kamu menentukan populasi dan menggunkan frame tertentu untuk memetakan sampel (definisi simpelnya adalah perwakilan dari populasi yang representatif) yang tepat untuk penelitian kamu. Kamu belum perlu menggunakannya. Untuk sekarang, pake aja prinsip lebih banyak sampel maka hasil temuan kamu akan lebih baik untuk menggambarkan kenyataan yang sesungguhnya.

4. Kalo kamu udah dapet sampelnya, langsung kamu masuk step mengambil data. Ada banyak metode yang bisa digunakan, misalnya nyebarin kuisioner ataupun dengan interview langsung.

5. Mengambil kesimpulan dan menyusun laporan penelitian. Setelah beres mendokumentasikan data yang didapet dari lapangan, semua hasil temuan kamu analisis dan dibuat menjadi laporan.

Sekali lagi belia tekankan. Untuk meneliti sebenernya enggak ribet. Metode yang udah belia kasih, bisa kamu pake buat meneliti hal-hal yang simpel (yang gampang aja dulu), namun belum tentu semua orang mengetahui dan bisa membuktikannya. Kalo nanti suatu saat dalam obrolan kamu bareng temen-temen ada yang berpendapat, “ah kata gue kalo nonton bokep enggak ada pengaruhnya sama perilaku seks bebas”, kamu bisa ngebantah dengan hasil penelitian kamu yang punya bukti sebagai pendukungnya. Seru kan? Masih banyak hal lagi yang bisa kamu teliti di luar sana! ***

syauqy_belia@yahoo.com
Pikiran Rakyat, 10 Juni 2008

Tentang Disiplin

Juni 10, 2008

“Guru kencing berdiri, murid kecing berlari”.

Pepatah usang yang tak pernah lekang ditelan zaman. Pepatah itu yang pantas kita sematkan pada guru-guru, senantiasa mengharapkan atmosfer disiplin bagi siswanya. Ya, ketika mereka menginginkan seorang muridnya untuk patuh pada satu aturan, maka guru itulah yang harus terlebih dahulu memberi contoh perilaku tersebut.

Disiplin, rasanya kata itu begitu diharapkan setiap orang, terutama bagi orang-orang yang senantiasa menginginkan perubahan di dalam hidupnya. Tak aneh, karena atmosfer disiplin adalah satu-satunya cara untuk memulai perubahan pada diri kita. Namun, ternyata untuk mewujudkan kata itu, perlu satu proses yang amat panjang, antara lain kesabaran kita, atau dengan kata lain adalah bagaimana kita bisa istiqamah dalam satu aktivitas atau rutinitas.

Tak jarang Bel, banyak orang yang menerapkan sikap disiplain dengan cara yang kurang wajar. Contohnya, kalo ada siswa yang ngelanggar satu aturan dengan alas an kurang disiplin, maka anak itu akan mendapat hukuman,terutama hukuman fisik. Baik berupa pukulan, atau semua bentuk hukuman keras lainnya. Dengan cara yang seperti itu, anak didik bukannya nurut, tetapi malah semakin disengaja. Atau ada juga yang sampai membicarakan guru di belakang, karena murid itu kerap kali menerima hukuman.

Nah, cara menerapkan disiplin seperti itu, menurut saya salah besar. Seharusnya, guru-guru menerapkan disiplin dengan memulai terlebih dahulu perbuatan terpuji tersebut. Gimana seorang murid enggak kesiangan, sedangkan gurunya sendiri masih sering ngaret. Gimana muridnya mau tertib, sedangkan gurunya pun kurang tertib.

Kita kan tahu, ulah murid itu selalu nurutin gurunya. Seperti pepatah “guru kencing berdiri murid kencing berdiri”, artinya guru hendaklah memberikan contoh yang baik pada muridnya. Segala sesuatu mulailah dari diri sendiri, itulah pepatah yang harus guru kita dengar. Ketika mereka menginginkan murid-muridnya patuh pada peraturan sekolah, maka mereka haruslah menjadi teladan bagi murid-muridnya tersebut.

Emang biasanya, orang-orang seneng nyuruh orang lain ngelakuin sesuatu. Padahal, dirinya sendiri jarang malaksanakannya. Jadi, ketika guru menginginkan siswanya tertib saat pelaksanaan upacara bendera atau yang lainnya, maka gurunya pun harus bisa tertib, bahkan harusnya ikut upacara dengan murid-muridnya.

Tapi Bel, sebagai siswanya kita harus inget moral…moral…dan moral. Untuk mencapai tujuan bersama, perlu ada kerja sama juga. Dan kita sebagai pelajar, sebaiknya selalu mematuhi setiap aturan sekolah. Terus kita pun harus mencontoh setiap perilaku yang baik, jangan nyontoh setiap perilaku yang jelek.

Oke, dengan disiplin, pasti bakal ada segera perubahan yang berarti dalam hidup kita. Tak menutup kemungkinan, kedisiplinan kita dicontoh lagi ama orang lain, seperti ama adik kelas.***

Bani Ichsan, XII IPS I, SMA Yadika Cicalengka
Pikiran Rakyat, 10 Juni 2008

Tips yang Bisa Kamu Lakukan Buat Ngurangin CO2

Juni 10, 2008

• Matiin alat-alat listrik kalo enggak dipake. Lampu, komputer, PS, Nintendo Wii, DVD player, matiin kalo udah enggak digunakan. Kamu tahu kan, kalo pembangkit listrik membutuhkan energi diesel yang punya kontribusi menghasilkan CO2.

• Tanem pohon yang banyak, soalnya pohon atau tanaman hijau lainnya bisa memproduksi oksigen. Biar kamu bisa menikmati hasilnya, tanem aja pohon buah-buahan, atau sayur-sayuran di rumah.

• Pakar lingkungan hidup Alm. Otto Soemarwoto pernah bilang, kalo jarak yang perlu kamu tempuh buat menuju satu tempat di bawah 1 km, jalan kaki aja. Kalo di bawah 5 km, pake sepeda aja biar sehat. Kalo di atas 5 km, gunakanlah angkot. Hindarilah menggunakan kendaraan pribadi sebisa mungkin untuk meminimalkan produksi gas karbon.***

Pikiran Rakyat, 10 Juni 2008

“Keep Smiling, Keep Shining!”

Juni 8, 2008

TEMAN-TEMAN, pernah terpikir nggak di benak teman-teman, kenapa kita mesti murah senyum? Kenapa juga orang yang murah senyum kok bawaannya enak? Kenapa waktu kita mendapatkan masalah sebisa mungkin kita usahakan untuk tetap tersenyum? What`s the power of smile?

Teman-temanku yang baik, disadari atau tidak, senyuman orang di sekitar kita akan memengaruhi keadaan batin kita loh! Kerennya sih, memengaruhi sisi psikologis banget, baik bagi orang yang melihat senyuman itu maupun bagi orang yang tersenyum. Kenapa ada teman kita yang enak sekali dilihat? Sepertinya bawaannya nyaman, teduh. Padahal mungkin dia nggak cantik-cantik atau ganteng-ganteng banget, tetapi kita menjadi nyaman berada di sekitar orang itu. Bisa jadi karena orang itu murah senyum.

Orang yang tersenyum akan memancarkan sesuatu yang positif dari dalam dirinya yang cukup kuat memengaruhi mental orang di sekitarnya. Senyuman kita akan mengesankan penghargaan, kebahagiaan, ketulusan, dan apresiasi dari kita. Lebih dari itu, senyuman kita sedikit banyak mengambarkan kasih sayang, sopan santun sehingga orang yang tersenyum dengan tulus akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi orang lain. Karena, dari senyuman seseorang akan terpancar inner beauty-nya. Siapa sih yang nggak mau punya inner beauty? Biarpun orangnya cantik banget atau ganteng banget, kalau jarang tersenyum akan menimbulkan image cuek bahkan jutek walaupun mungkin orangnya tidak seperti itu. Bahkan ada yang menilai sombong, padahal mungkin orang itu bukan bermaksud sombong.

Don`t judge a book by its cover. Memang benar, kita tidak bisa menilai orang yang baru kita kenal dari apa yang terlihat dari luar (baca:senyumannya). Akan tetapi, tidak dapat dimungkiri kalau kesan pertama datang dari situ. Kebiasaan tersenyum akan membantu kita mendapatkan banyak teman baru dan membuat orang lain merasa nyaman dengan kita. “Hati hanya dapat disentuh oleh hati,” kata seorang ustaz. Itulah mengapa senyuman yang lembut memiliki kekuatan yang besar bagi orang di sekitarnya. Oleh karena itu, bila kita ingin mendapatkan hati seseorang, bicaralah dari hati.

Senyum itu ibadah. Senyum itu sedekah.

Dengan tersenyum, kita bisa membahagiakan orang lain. Tidak perlu modal, kan? Lebih dari itu, senyuman kita berdampak baik bagi diri kita sendiri karena senyum itu sehat. Di samping itu, saat kita dihadapkan pada keadaan yang tidak kita sukai, duduk, mencoba menghela napas kemudian tersenyum akan menjadi terapi yang baik untuk menurunkan tingkat stres dalam diri kita. Biasanya dengan tersenyum akan terbayang sisi positif dari hal yang sedang kita hadapi.

Bagaimana kalau orang yang sedang kita hadapi adalah orang yang tidak suka tersenyum dan agak “seram”? Nanti malu dong udah senyum tapi nggak dibales?

Memang, sih, ada rasa kurang nyaman saat kita tersenyum, tetapi tidak dibalas oleh orang itu. Tapi ada anggapan, “Pada dasarnya setiap hati seperti matahari yang bersinar. Adakalanya sinar itu tertutupi awan, tetapi hati itu akan kembali bersinar ketika awan itu pergi.” Yang saya tangkap, setiap orang pastinya punya hati yang bisa tersentuh. Jadi saya sih kalau mau senyum, ya, senyum saja, perkara dibalas atau tidaknya belakangan. Mungkin saja dia sedang kebetulan tidak melihat kita atau tidak fokus kepada kita karena sedang memikirkan sesuatu, atau mungkin dia sedang tersipu melihat senyum kita, hohoho…^o^

Di samping itu, senyuman merupakan salah satu pengukur EQ (emotional quotient) atau kecerdasan atau kematangan emosi seseorang. Malahan, bisa menjadi salah satu pengukur kedewasaan. Ya, asal jangan senyam-senyum sendiri aja. Pancarkan inner beauty-mu dengan tersenyum, ok? Biarpun muka kita pas-pasan, yang penting kan enak dilihat… Jadi, tetap tersenyum!***

Tips Menghindari Jerawat

Juni 8, 2008

“Wajah adalah bagian utama bagi wanita, kulit wajah harus mendapatkan perawatan ekstra.”

Berikut ini beberapa tips-tips yang dapat anda pakai untuk menyembuhkan dan menghilangkan bekas jerawat :

1. Untuk menghindari jerawat sebaiknya, remaja, sering-sering membersihkan wajah memakai air bersih, sebab wajah remaja lebih banyak mengandung minyak yang jika tidak dibersihkan maka akan menyumbat pori-pori wajah dan akhirnya menyebabkan timbunya jerawat.

2.Hindari kotoran atau polusi yang didapat selama berkendara. Misalanya saat mengendarai sepeda motor. Usahakan sebisa mungkin jangan kena asap kendaraan Pakailah cadar atau penutup wajah saat mengendarai sepeda motor.

3.Hindari makanan berlemak dan pedas. Begitupula dengan pikiran yang terlalu dipaksakan berpikir diluar kemampuan sehingga menyebabkan stress. Sebab, stress konon penyebab utama jerawat bagi remaja putri.

4.Selalu perhatikan kebiasaan makan, dan makanan yang dikonsumsi. Jika ada alergi, misalnya yang disebabkan oleh makanan berlemak ataupun telur, yang biasanya menyebabkan jerawat, usahakan segera menghindari makanan tersebut.

5. Nah untuk menghindari jerawat, poin 1- 4 sepertinya bisa cukup membantu. Namun bagaimana halnya ketika adik-adik diserang jerawat. Sebaiknya hindari memencet jerawat. Sebab inilah sebab utama yang membuat wajah penuh bercak bekas jerawat. Bagi yang memiliki masalah dengan bercak hitam di wajah, bisa membaca artikel Tips Menghilangkan flex di wajah

6.Untuk menghindari jerawat selain poin-poin tadi, sebaiknya, gadis remaja, remaja putri atau remaja putra rajin berolahraga. Kenapa … ? Karena dengan olahraga suhu tubuh akan menjadi panas, dan suhu tubuh yang panas ini akan membuka pori-pori tubuh dan wajah sehingga dapat lebih mudah mengeluarkan kotoran di pori-pori wajah. Yang pada akhirnya akan mengihindarkan adik-adik dari gangguan jerawat.

7.Sebelum mandi bersihkan muka pake air hangat dan dibilas. Namun, INGAT, jangan pakai air panas. Air panas dapat memecahkan pori2x wajah. Begitupula dengan cara pembersihan yang kasar pada bagian yang isi jerawat. Sebaiknya idrawat dengan halus, dengan lap basah yang hangat. Sehingga tidak menimbulkan bekas luka atau jerawat yang akhirnya menyebabkabn bopeng pada wajah.

Ketahuilah Jenis Kulit Kamu

Juni 8, 2008

1. Jenis kulit Normal, pori-pori tidak terlihat, tampah cerah dan segar. Kulit ini sangat mudah merawatnya, tidak perlu banyak memerlukan kosmetik, dapat menghasikan make up yang halus dan tahan lama.

2. Jenis kulit Kering, kulit tipis, pori-pori tdk terlihat, nampak suram dan kusam. Kulit ini disebabkan kelenjar minyak kurang aktif bekerja, sehingga minyak yang dihasilkan kurang, cenderung mudah keriput, untuk merawatnya gunakan cream malam.

Ataukah termasuk dalam kategori yang ini :

3. Jenis kulit berminyak, kulit tebal, pori-pori terbuka, basah mengkilat dan lengket. Kulit ini disebabkan kelenjar minyak aktif bekerja sehingga minyak diproduksi berlebih, kulit ini mudah kotor dan berjerawat.

4. Jenis kulit sensitif, kulit yang tidak tahan dengan kosmetik yang mengandung alkohol, terasa panas dan gatal-gatal.

Tips Belajar Efektif,,,

Juni 8, 2008

MUSIM liburan sudah berlalu, sekarang waktunya balik lagi ke sekolah/kampus. Ada baiknya kamu buat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Persiapannya itu bukan hanya masalah buku tulis atau baju seragam saja, bahkan ada yang lebih penting lagi. Pertama, tentukan target kamu di semester ini apa trus buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Nah, supaya target belajarmu lebih cepat golnya, simak deh tips-tips dari teman kamu di seluruh dunia soal belajar yang efektif.

1. Seorang teman dari Amerika memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah/kuliah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu. Jadi begitu pulang kuliah/sekolah, kamu hanya mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.

2. Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di kampus/ sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran.

3. Beberapa temanmu merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari kuliah/sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya!

4. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan kamu tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.

5. Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku.

6. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu menjadi lebih paham akan materi tersebut.

7. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya : selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.

8. Ada beberapa temanmu di Australia yang menyukai waktu belajar di siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktifitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh!

9. Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa temanmu menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum.

10. Belajar sambil mendengarkan musik memang asik. Pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, kayak matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajarmu akan selalu berisi dan penuh semangat.

Memang bingung ya kalau semua orang saling memberitahu apa yang harus kamu kerjakan. Paling penting adalah utamakan prioritasmu sendiri. Karena biasanya kita menilai diri sendiri dari apa yang dirasakan, sedang orang lain hanya melihat dari apa yang telah kita hasilkan. Sementara apa yang bisa kita hasilkan hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, buat target yang kamu percaya mampu meraihnya bukan apa yang dipikirkan orang lain. Begitu juga dengan cara belajar efektif, pilih cara baik mana yang paling pas dengan kondisimu. Selamat mencoba!

ujian? pusing? belom ngapalin? mepet? ni ada sedikit tips

Juni 8, 2008

hha,,,, ujian pusing belum ngapalin…

ini nih tips nya kalo kalo kita pengen belajar tapi waktunya mepet…
1. Buat ringkasan

bikin ringkasannya yang penting-penting aja terus yang suka diterangin sama dosen ato guru…
2. Kaitkan pelajaran dengan kegiatan sehari-hari yg sering dilakukan

mmm,, biar mudah ngingetnya,, kaitin dengan kehidupan sehari hari bikin singng singkatan ato pake analogi ato pemisalan..
3. Rajin dibaca

percuma kalo dah bikin ringkasan eh gag dibaca,,, itu mah sama aja dengan boong,, hhalah,,

Mudah mudahan tiPs nya berguna… selamat mencoba..

Setelah Semua Berlalu

Juni 8, 2008

Diasuh oleh Aam Amilia

TANGAN mencencang bahu memikul, ungkapan peribahasa. Setiap manusia harus mempertanggungjawabkan akibat dari perbuatannya. Jadi berpikirlah sebelum berbuat.

**

WAJAH cantik adalah karunia. Bila ada akibat kurang menyenangkan karena kecantikan, itu juga karunia. Itulah mengapa Nyonya Mascilla Zarita (39 tahun) mencurahkan isi hatinya kepada pengasuh. Karena wajahnya yang cantik ia banyak disenangi, tetapi ada pula yang tidak menyukainya. Ia merasa tidak berbuat kesalahan, tetapi pernah disalahkan orang. Tangannya tidak merasa mencencang, tetapi bahunya harus memikul. Mengapa?

“Saya anak tunggal dari pernikahan almarhum ayah dan ibu. Kata orang-orang saya mewarisi bagian-bagian yang baik dari kedua orang tua. Kulit bersih dan mata bulat dari Ibu, hidung mancung, dan badan tinggi dari almarhum ayah. Jadilah saya, wanita yang kata orang, cantik. Tentu saja saya mensyukuri kekayaan alam yang dikaruniakan Tuhan.

Setelah ayah meninggal, Ibu membuka usaha. Dari uang peninggalan Ayah, Ibu membuka warung. Mulanya hanya berdagang barang kelontongan. Lama-lama Ibu mengembangkannya dengan menjual masakan dan kue-kue. Warung Ibu lumayan ramai. Kami tak pernah kesusahan uang karena selain dagangan Ibu yang laku, beban hidup kami hanya berempat, Ibu, saya, Nenek, dan Kakek. Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena mulailah ada duri yang menghalanginya.

Mulanya dari seorang tetangga. Suatu hari tiba-tiba muncul seorang wanita yang langsung sewot, menuduh Ibu yang bukan-bukan. Katanya sejak Ibu menjual masakan, suaminya jadi tak mau makan di rumah. Bahkan ia menuding, Ibu hanya menjadikan warungnya sebagai dalih. Sebenarnya Ibu sedang mencari `sasaran`. Sungguh menyakitkan prasangka itu. Namun, Ibu yang penyabar itu tidak melayani kemarahan tetangga tersebut.

Minggu depannya Ibu menutup warung makanannya. Beliau memindahkannya ke rumah temannya. Di sanalah Ibu berdagang. Sementara itu, warung kami dijaga Nenek dan Kakek.

Rupanya cobaan masih tetap menerpa kami. Anak yang punya rumah menaksir saya. Walaupun beliau adalah mantan teman sekolah Ibu, tetapi bukan berarti saya boleh menganggap satu level dengannya. Ada perkataan yang membuat saya sakit hati. Dia mengatakan bahwa masa anak beliau harus pacaran dengan anak tukang penganan? Ibu memindahkan lagi warungnya. Kali ini tidak kepalang tanggung ke tengah pasar makanan.

Ibu saya yang mantan istri seorang terpandang itu, berbaur bersama para pedagang lainnya. Ibu tak pernah merasa riskan. Yang penting bagi Ibu, saya harus jadi sarjana, seperti pesan Ayah.

Keadaan itu tidak berubah. Di pasar pun, Ibu tak luput dari godaan. Akhirnya Ibu memutuskan untuk berhenti berdagang. Mulailah Ibu melamar kerja ke tempat-tempat memelihara kecantikan. Ibu pernah mendapat ijazah sekolah keterampilan dan kewanitaan. Akhirnya Ibu diterima bekerja di salah satu lembaga kecantikan.

Nasib Ibu rupanya menurun kepada saya. Saya juga banyak dicemburui orang. Waktu saya berhasil meraih gelar sarjana, segera saya menyebar lamaran kerja ke beberapa perusahaan swasta. Saya diterima di perusahaan swasta yang cukup bonafide. Begitu masuk saya sudah mendengar ucapan yang tak enak di telinga. Katanya pantas saja saya diterima karena cantik.

Mengapa begitu? Bukankah saya juga ikut tes seperti yang lain? Apalagi setelah hampir setahun saya bekerja, posisi saya sudah jauh beranjak, orang yang berbisik-bisik semakin santer. Saya menjadi kesayangan pimpinan tertinggi, katanya karena cantik. Padahal saya tidak merasa begitu. Beliau berkenan selalu menyuruh saya, karena fasih berbicara dalam tiga bahasa asing dan tiga bahasa daerah. Jadi bila surat menyurat ke perusahaan asing, sayalah yang membuatnya. Begitu pula bila ada tamu asing atau rekanan bisnis dari daerah, sayalah yang dipercaya untuk menghadapi tamu. Mengapa mereka melihat saya hanya dari lahiriahnya saja. Bukankah saya juga sekolahan, hingga memiliki kelebihan?

Keadaan agak tenang setelah saya menikah dengan salah seorang rekanan bisnis bos. Mulanya ia hanya menatap saya sewaktu berhadapan. Lama-lama ia sering datang ke rumah. Selang enam bulan pacaran, ia meminta saya kepada Ibu. Tadinya tahun itu juga kami akan menikah. Namun, Nenek wafat. Pernikahan baru dilangsungkan setahun kemudian. Saya sudah merasa cobaan karena kecantikan selesai sudah. Ternyata belum. Cobaan masih ada, justru dari dalam rumah.

Ada adik mertua yang belum menikah. Walaupun dia bibi kami, tetapi usianya hanya berselang dua tahun di atas saya. Oleh karena itu, kami memanggilnya `Tante Kecil`. Saat saya masuk rumah mertua, dia sudah punya pacar. Saya yang kebetulan kebagian kamar di depan, sering terpaksa melewati mereka bila sedang pacaran. Kadang kalau kebetulan Tante Kecil belum pulang kerja, terpaksa menemani pacarnya mengobrol di ruang tamu.

Rupanya entah bagaimana, tiba-tiba bibi saya jadi berbeda sikap. Ia menuduh saya menggoda pacarnya. Ya Tuhan, tak pernah terbersit dalam hati saya untuk mengganggu pacarnya. Saya kan istri keponakannya. Untunglah suami saya berpihak pada saya. Apalagi waktu mereka putus, keadaan di rumah menjadi keruh. Dia mengungkapkan bahwa sang pacarnya mengatakan pada sahabatnya bahwa ia jatuh cinta pada saya. Bagaimana mungkin diteruskan, bila hatinya sudah terpikat pada istri keponakan pacarnya.

Semua keluarga cenderung menyalahkan saya. Katanya sebelum melihat saya, pacar Si Bibi, sangat mencintainya. Lalu mengapa saya yang disalahkan? Terjadilah perang dingin. Kami saling berdiam diri. Suami pernah memberi pandangan. Katanya kepada bibinya, mungkin belum jodoh. Ada baiknya putus, baru pacaran sudah tidak setia, bagaimana nantinya? Akan tetapi Tante Kecil tetap menyalahkan saya.

Untunglah Ibu Mertua sangat bijak. Saya akhirnya disuruh pindah. Mulanya kami akan mengontrak rumah, tetapi Ibu melarang. Kami disuruh pindah ke rumah Ibu. Saya pernah ingin mencoba mengontak mantan pacarnya. Namun, suami melarangnya. Saya tenang saja, katanya, biarkan saja bukan salah kamu, tetapi saya tetap merasa tidak enak. Saya tidak nyaman kalau bertandang ke rumah mertua, walaupun Bibi sudah tidak mempersoalkan lagi masalah itu. Bagaimana caranya mengembalikan keharmonisan keluarga seperti dulu lagi?” katanya mengakhiri curahan hatinya. ***

Dari Pengasuh :

*NYONYA Asti (45) mempunyai empat orang anak. Salah seorang di antaranya sangat pintar. Ia berprestasi dan selalu meraih peringkat satu di kelasnya. Kini anak itu sudah duduk di kelas lima salah satu SD Negeri. Ibunya sangat ingin melihat anaknya terus sekolah, namun ia tak bisa membiayainya. Ia berharap ada seorang dermawan yang bersedia menjadi orang tua asuh, agar putranya bisa meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Semangat belajar anak saya sangat tinggi. Sayang sekali bila ia harus putus sekolah. Sedangkan saya, untuk makan sehari-hari pun sudah sangat susah, apalagi untuk membiayai anak sekolah. Tolonglah anak saya, Pembaca,” katanya.

Kepada Pembaca yang tergerak hatinya untuk menanggapi, silakan hubungi yang bersangkutan d/a Pengasuh Rubrik SRK, ke Kantor Redaksi HU Pikiran Rakyat Jalan Soekarno-Hatta 147 Bandung. Terma kasih.

*PENGASUH sudah menerima bantuan sebuah mesin jahit untuk Ny. Ping (SRK 25 Mei 2008) dan tiga dus baju bekas, berikut uang Rp 50.000,00 untuk Ny. Komi (SRK 1 Juni 2008), dari para Dermawan yang tidak bersedia disebut namanya. Bantuan tersebut sudah diambil sendiri oleh yang bersangkutan. Kepada para Dermawan, pengasuh mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga amal baik Anda sekalian mendapat balasan dengan limpahan karunia-Nya. Amin***

Pikiran Rakyat (Minggu, 08 Juni 2008)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.